PENGARUH PEMBERIAN TINDAKAN PASSIVE LEG RAISING (PLR) TERHADAP PERUBAHAN MAP (MEAN ARTERIAL PRESSURE) PADA PASIEN SYOK HIPOVOLEMIK DI RUANG ICU RSUD TARAKAN JAKARTA
The Effect of Passive Leg Raising (PLR) on Mean Arterial Pressure (MAP) Changes among Hypovolemic Shock Patients in the Intensive Care Unit RSUD Tarakan Jakarta
DOI:
https://doi.org/10.66351/jkki.v3i1.41Kata Kunci:
Syok Hipovolemik, Passive Leg Raise, MAP, Mean Arterial Pressure, ICUAbstrak
Passive Leg Raising adalah suatu teknik reversible yangmeningkatkan volume darah di jantung dengan cara meninggikan ekstremitas bawah setinggi 45 derajat. Passive Leg Raising (PLR) merupakan suatu teknik untuk memantau hemodinamik dan responsivitas cairan yang mudah untuk dilakukan. Prinsip kerja pada passive leg raising (PLR) ini hampir sama dengan fluid challenge. Hanya saja pada passive leg raising (PLR) tidak ada cairan yang diinfuskan ke dalam tubuh dan hemodinamik yang terpengaruh cepat kembali (reversibel), sehingga bisa menghindari risiko cairan yang berlebihan. Mengidentifikasi pengaruh passive leg raise (PLR) terhadap tekanan darah pada pasien syok hipovolemik di ruang Intensive Care Unit (ICU). Penelitian ini adalah penelitian quasi experiment dengan metode one group pre test – post testdesign dengan jumlah sampel 36 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pemberian tindakan passive leg raise terhadap perubahan tekanan darah, dan memiliki pengaruh dengan peningkatan MAP (Mean Arterial Pressure). Dari data bahwa T-Hitung (3,647) > T-tabel (0,418) dan nilai p.Valuenya (0,007) < nilai alpha (0,05) yang berarti ada pengaruh antara Tindakan Passive Leg Raise terhadap MAP (Mean Arterial Pressure) pada Pasien Syok Hipovolemik Di Ruang ICU RSUD Tarakan. Saran perlu adanya penerapan dilakukan tindakan passive leg raise pada pasien syok hipovolemik yang mengalami penurunan MAP (Mean Arterial Pressure).



